KOSONG Pujimu hanya sebatas "kata" Ucapmu hanya di lidah saja Tindakan tanpa nyata Manis di kata pemanis belaka Hampa Tak perlu bermanis muka Berminyak air berkalang kaca Lidah bicara tanpa makna Tanpa tindakan nyata Sementara inginmu tulang yang menghamba Dan 'Cerebrum' tuk wujud impian jadi nyata Berbalut kata sayang yang hanya fatamorgana Hmmm ... Enyahlah ... Sayangmu hampa Persaudaraanmu riba Memberi katamu Bermakna balas jasa Berlipat ganda Akan kau pinta dan terus kau pinta Terus, lagi dan terus Sampai anganmu semua jadi nyata Dan kau akui sebagai karya Ah ... Kau memang lihay bersilat kata Manis bagai bunga Lembut bagai kapas Namun racunmu menghujam, menusuk dalam Mematikan jiwa Kau ... Dendammu ke tulang sumsum Merobek Menggoyak urat nadi Menimbulkan perih Berdarah-darah Darah yang tak berwarna Luka yang tak nampak Namun nyata adanya Tembilahan, Juli 2019 Dari Kumpulan "Laila Suryani Belajar Menulis".
PUJIAN Pujian, hakikatnya adalah Ujian Apakah diri ini akan menjadi bangga Ujub bahkan menyombongkan diri Pujian akankah membuat diri melayang Terbang ke angkasa, merasa di awan Hingga lupa untuk menunduk Menatap ke bawah Dan lupa untuk berpijak di bumi Pujian, sejatinya adalah ujian Akankah tetap dalam koridor keikhlasan Bergerak mengubah lelah menjadi lillah Atau untuk bertepuk diri Merasa lebih dari yang lain Menjadi arogan, diktator dan bertangan besi Pujian, sejatinya adalah ujian Pengingat hati Agar mawas diri Agar tak tersesat dari jalan Illahi Laila Suryani Belajar Menulis