Langsung ke konten utama
PUJIAN

Pujian, hakikatnya adalah Ujian
Apakah diri ini akan menjadi bangga
Ujub bahkan menyombongkan diri
Pujian akankah membuat diri melayang
Terbang ke angkasa, merasa di awan
Hingga lupa untuk menunduk
Menatap ke bawah
Dan lupa untuk berpijak di bumi

Pujian, sejatinya adalah ujian
Akankah tetap dalam koridor keikhlasan
Bergerak mengubah lelah menjadi lillah
Atau untuk bertepuk diri
Merasa lebih dari yang lain
Menjadi arogan, diktator dan bertangan besi

Pujian, sejatinya adalah ujian
Pengingat hati
Agar mawas diri
Agar tak tersesat dari jalan Illahi

Laila Suryani Belajar Menulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOSONG Pujimu hanya sebatas "kata" Ucapmu hanya di lidah saja Tindakan tanpa nyata Manis di kata pemanis belaka Hampa Tak perlu bermanis muka Berminyak air berkalang kaca Lidah bicara tanpa makna Tanpa tindakan nyata Sementara inginmu tulang yang menghamba Dan 'Cerebrum' tuk wujud impian jadi nyata Berbalut kata sayang yang hanya fatamorgana Hmmm ... Enyahlah ... Sayangmu hampa Persaudaraanmu riba Memberi katamu Bermakna balas jasa Berlipat ganda Akan kau pinta dan terus kau pinta Terus, lagi dan terus Sampai anganmu semua jadi nyata Dan kau akui sebagai karya Ah ... Kau memang lihay bersilat kata Manis bagai bunga Lembut bagai kapas Namun racunmu menghujam, menusuk dalam Mematikan jiwa Kau ... Dendammu ke tulang sumsum Merobek Menggoyak urat nadi Menimbulkan perih Berdarah-darah Darah yang tak berwarna Luka yang tak nampak Namun nyata adanya Tembilahan,  Juli 2019 Dari Kumpulan "Laila Suryani Belajar Menulis".